Penyebab Gas Motor Naik Sendiri

kulit jok

Masalah pada Motor

motor
Mempunyai motor merupakan tanggung jawab yang besar. Selain pajak yang harus dibayar, Anda juga harus memperhatikan kondisi dari motor Anda setiap saat. Apalagi jika motor tersebut Anda gunakan setiap harinya. Perubahan sedikit saja pada motor bisa saja membuat hari Anda menjadi buruk, seperti motor tidak bisa menyala, atau bahkan gas yang naik dengan sendirinya.

Gas Motor Naik Sendiri

Ini bukan karena hal yang tidak kasat mata ya, mungkin beberapa dari Anda pasti pernah mengalami kejadian dimana gas motor Anda naik turun sendiri pada saat Anda berkendara. Kondisi ini sangat berbahaya, karena Anda tidak bisa mengendalikan motor dengan baik. Apa saja penyebab gas motor naik sendiri? Simak ulasan berikut ini

  1. Terdapat Masalah pada Kabel Gas
    Penyebab gas motor naik turun sendiri tanpa terkendali adalah kabel gas. Biasanya kabel ini jarang diganti karena usianya yang cukup awet dan bisa mencapai 5 tahun lebih. Masalah pada kabel bisa saja terjadi setelah atau akibat pemakaian. Kabel yang selongong gasnya sudah berkarat, atau karet penutupnya sobek harus diganti. Menyetel kabel gas juga harus benar sehingga tidak tertekuk, karena jika tertekuk akan membuat Gerakan kawat dalam selongsong gas tidak lancar. Setelan yang terlalu rapat juga dapat membuat tarikan terlalu kencang ketika grip baru digerakkan.
  2. Kerusakan pada Choke Otomatis
    Choke otomatis berfungsi untuk menambah debit bensin ketika motor masih dingin. Choke otomatis juga bisa menjadi penyebab gas motor naik sendiri ketika mengalami kerusakan. Penyebab ini membuat suplai bensin ke ruang bakar jadi berlebihan ketika motor posisi idle atau tidak. Cara untuk mengecek apakah choke penyebab kerusakan adalah dengan menyalakan kendaraan dari kondisi dingin pada posisi idle atau diam. Jika gas tetap naik turun saat mesin sudah panas, maka choke adalah penyebabnya.
  3. Filter Udara yang Belum Dibersihkan
    Filter udara yang kotor juga bisa menjadi penyebab gas naik turun sendiri. Filter udara berfungsi untuk menyaring kotoran yang berada di udara sehingga pembakaran terjadi dengan sempurna. Kotoran yang menumpuk pada filter udara ini akan membuat pasokan udara dalam ruang bakar berkurang. Akibatnya adalah tenaga yang dihasilkan akan tidak stabil dan mengakibatkan gas motor menjadi naik turun sendiri. Meskipun Anda sudah menarik gas tinggi namun pembakaran yang tidak sempurna akan membuat masalah ini tidak teratasi.
  4. Jarak Busi Tidak Sesuai Standar
    Di bagian busi, terdapat gap supaya besar kecilnya percikan api yang dihasilkan normal. Semua motor keluaran pabrik memiliki settingan standard pada jarak busi. Namun, tak sedikit dari motor modifikasi yang memperbesar jarak busi, sehingga percikan api yang dihasilkan menjadi besar. Hal ini dilakukan dengan harapan supaya pembakaran lebih efisien dan tenaga yang dihasilkan besar. Perlu diingat bahwa gap busi yang tidak standar ini menjadi penyebab gas motor bisa naik sendiri. Selain itu bisa membuat busi lebih cepat kotor dan rusak karena percikan pai terlalu besar.
  5. Kesalahan dalam Menyetel Klep
    Klep harus disetel dengan benar supaya tekanan kompresi dalam ruang bakar tetap stabil. Klep ini berfungsi untuk mengendalikan sirkulasi supaya zat yang menimbulkan anomali pada motor tidak tercampur. Klep akan memisahkan pintu ruang bakar dengan udara keluar. Apabila penyetelan klep ini terlalu rapat maka gas jadi lebih banyak masuk karena pembukaan terlalu lambat. Sedangkan klep yang disetel renggang membuat pencampuran BBM dengan udara terlalu cepat. Penyetelan yang salah berujung pada gas naik turun pada motor membuat ketidaknyamanan saat berkendara. Jika hal ini menjadi penyebabnya, Anda harus segera ke bengkel agar setelan klep dikembalikan sesuai standar.
  6. Putaran Stasioner Bermasalah
    Fungsi stationer pada motor adalah untuk menjaga dan mempertahankan rantai keteng jadi lebih stabil. Putaran stationer yang terlalu rendah dapat menjadi penyebab gas motor naik sendiri. Stationer harus disetel ulang dan hanya bisa dilakukan di bengkel resmi. Untuk menyetel stationer, diperlukan alat khusus.
  7. Tekanan Bahan Bakar Kurang
    Masing-masing sepeda motor memiliki jenis motor yang berbeda, oleh karena itu tekanan bahan bakar pun tidak sama. Motor injeksi sudah fuel pump yang bekerja menentukan seberapa banyak tekanan BBM yang diperlukan. Sayangnya fuel pump bisa saja rusak yang mengakibatkan tekanan bahan bakar menjadi berkurang.
    Kerusakan fuel pump ini harus segera diperbaiki atau justru diganti baru. Jika tidak, tekanan gas motor tidak akan pernah stabil kembali.
  8. Skep Karburator yang Macet
    Pada motor karburator, skep yang berfungsi untuk menutup dan membuka aliran bahan bakar sangat dibutuhkan. Posisi skep yang macet karena rumah skep menjadi tidak normal akan membuat gas naik dan gas pun jadi tidak normal. Rumah skep bisa mengalami kerusakan karena karburator dikencangkan membuat intake manifold juga terlalu kencang. Perubahan rumah skep juga bisa terjadi karena usia kendaraan. Saat badan skep mulai aus, kebocoran bahan bakar dapat terjadi, dan hal ini dapat menyebabkan gas motor naik sendiri. Solusinya adalah dengan mengganti yang baru.

Baca juga: Modifikasi Japstyle untuk Motor yang Lebih Keren

Akhir Kata

Demikianlah penyebab gas pada motor naik sendiri. Jika anda mengalami hal seperti ini, lebih baik cek keadaan motor anda. Untuk Anda pecinta motor, apakah Anda menginginkan jok Anda terlihat unik untuk pribadi atau untuk komunitas Anda? Kami ENMORE SEATCOVER punya solusinya. Kami produsen langsung yang menyediakan produk kulit jok sintetis siap pasang dengan desain dan motif-motif embos pres yang menarik dan tidak membosankan, khususnya untuk kebutuhan aestetika / variasi dengan harga yang relatif terjangkau. Dan tentunya kami juga memilih jenis kulit sintetis dengan kualitas terbaik di kelasnya. Untuk pemesanan dan informasi silahkan hubungi kami DISINI, atau Anda bisa langsung mengunjungi GERAI OFFICIAL kami.